Muktamar Khilafah 2013 sudah dihelat di Kaltim pada 12 Mei
2013. Tepatnya, kegiatan tersebut dilaksanakan di GOR Segiri Samarinda dengan
peserta 6000-an peserta. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan umat terhadap
perjuangan penegakan khilafah. Ya, umat yang mendukung perjuangan ini juga
berasal dari pelosok yang jauh dari Jakarta.
Diantaranya, dari Kabupaten Berau Kaltim. Nama kabupaten berau, mungkin kurang
dikenal, tapi jika disebut nama Pulau Derawan dan Pulau Sangalaki maka banyak
yang tahu di mana Kabupaten Berau. Bagaimana menempuh perjalanan 1000 km PP untuk Muktamar Khilafah ?
Tulisan
ini hanya akan memaparkan perjalanan rombongan asal Berau sejauh 1000 km PP sebagai
peserta muktamar khilafah 2013 kaltim. Namun, kali ini hanya menceritakan
penggalan perjalanan pulang dari Mukatamr Khilafah 2013 Samarinda menuju berau melalui jalur darat. Semoga ada
ibrahnya.
Total Perjalanan PP
rombongan peserta jalur darat PP adalah 4 hari, berangkat dari Berau hari kamis
(9Mei2013) dan tiba di Berau lagi pada hari Senin 13 Mei 2013. Memang sebagian
peserta, harus melalui jalur udara jika membawa anak kecil atau yang harus
kembali bekerja segera. Perjalanan udara hanya 45 menit Samarinda-Berau pakai
pesawat jenis ATR (baling-baling).
4 etape Perjalanan Darat
Tepat Pk 02.00 wite, rombongan peserta muktamar istirahat setelah
menempuh etape pertama selama 9jam,yakni perjalanan ASPAL dari Samarinda. Ya,
kami sebanyak 5 mobil memang berangkat dari samarinda menjelang pukul 17.00
wite. Perlu dketahui, perjalanan kami menempuh beberapa etape. Etape ini
didasarkan type jalannya: pertama aspal, kedua aspal bercampur tanah liat, penyeberangan
sungai, FULL-OFFROAD. Melalui jalur ini,
lebih pendek 60-an km dibandingkan jika tidak melewati penyeberangan.
Selanjutnya, Rombongan
bersiap-siap untuk etape kedua, yakni Pk. 02.30 wite perjalanan menuju
penyeberangan dimulai melalui jalan type ASNAH, atau ASPAL setengahnya TANAH.
Itu karena, sebagian aspalnya terkelupas, tersisa tanah liat dan batu-batu. Tidak
terlalu jauh, itu berkisar 3 jam perjalanan berbukit hingga sampai di penyeberangan,
Alhamdulillah setelah diguncang-guncang
diperjalanan tepat jam 05.00 kami tiba di penyeberangan. Jangan bayangkan, ini
seperti penyeberangan fery miliknya ASDP /Pelni. Bukan ! ini bekas logpon atau
penampungan dan pelabuhan kayu log (gelondongan), jadi tempatnya dihutan. Suasananya
pun gulita, karena tidak ada listrik. Hanya senter HP / powerbank yang
menerangi kami saat mencari toilet alam. Memang siapapun bebas memilih lokasi
toilet alam yang terletak diantara semak belukar atau gundukan tanah. Gratis !
Setelah sholat shubuh, kami selama 10-15 menit menyeberangi
Sungai yang kami sebut Sugai Sangkulirang dengan perahu khusus yang jauh dari ukuran
kapal Feri. Perahu kayu ini hanya memuat 2 mobil. Penyeberangan dilakukan dari
titik logpon ke titik logpon lainnya di seberang. Sungai yang lebarnya kurang
lebih 100-an meter ini konon masih banyak penunggunya. Buaya ! inilah alasannya
kenapa kami dilarang ambil air wudhu turun langsung ke bibir sungai. Begitu mendarat
di seberang, maka etaoe ketiga finish.
Pada etape keempat, jalan type full offroad cocok untuk
adventure. Tapi bukan niatan kami untuk ikutan offroad adventure tapi, kami
wajib melalui jalan ini kalau mau tiba di Berau. Mulai tiba di Logpon seberang,
rombongan langsung mendarat di hamparan lapangan yang sudah banyak tersusun
kayu bulat gelondongan diameter 40cm up siap angkut. Susunan kayu yang
panjangnya 10-20 m itu rata-rata sudah setinggi 5-6 m.
Lolos dari logpon kami harus menelurusi jalan logging
sekaligus jalan kebun sawit yang juga masih tanah asli. Inilah Pemandangan yang
menarik dan menghibur selama menempuh perjalanan plus, maksudnya plus
diguncang-guncang. Tidak terlalu lama, hanya selang 4 jam perjalanan offroad
akhirnya kami bertemu dengan ASPAL, yakni pk 10.30-an wite. Tiba di Lempake,
rombongan beristirahat melepas penat. Setelah itu, perjalanan berikutnya menuju
kota tanjung redeb kabupaten berau yang ditempuh kurang lebih 3 jam.
Akhirnya rombongan tiba di Tanjung redeb hari Senin menjelang jam 4
Sore. Rombongan yang terdiri 4 mobil akhwat dan 1 mobil ikhwan tiba setelah sehari semalam
menembus Trans-Kalimantan, Samarinda - Berau. Total perjalanan rombongan peserta
muktamar sejak Kamis-Senin adalah 4 hari melewati kabupaten Kutai Timur dan
kabupaten Bontang. Rombongan ini yang insya allah akan turut menyebarkan
semangat perjuangan khususnya di masyarakat berau sebagai bagian perjuangan global
umat saat ini.
Meski harus menempuh panjangnya perjalanan yang berat, ini
sebagai bukti bahwa Anda yang turut berjuang tidaklah sendiri. Seruan penegakan
syariah tidak hanya bergema di kota-kota besar di Jawa tapi juga di pelosok daerah,
termasuk Kalimantan Timur. Nah, apakah Anda akan lewatkan Muktamar Khilafah 2013
di kota terdekat ANda hanya karena Anda tidak punya sepeda motor untuk hadir ?
Apakah Anda akan lewatkan Muktamar Khilafah di Kota Anda atau kota terdekat
Anda, padahal Anda tidak sampai menempuh perjalanan sehari semalam untuk tiba
di acara tersebut ?? Apakah Anda akan lewatkan perjuangan ini ??
Ayo hadiri Muktmar Khilafah 2013 bersama umat Islam di kota terdekat Anda! Allahu
akbar. Wassalam.
(disampaikan oleh Humas HTI Berau. Semoga bermanfaat khususnya untuk para calon peserta muktamar khilafah 2013
di Surabaya, Aceh, Babel, Medan, Pontianak, Padang, ternate, Gorontalodll hingga Jakarta )
Belum ada tanggapan untuk "Perjalanan 1000 km PP untuk Muktamar Khilafah 2013 Kaltim "
Post a Comment